Dekai_bensin sebagai salah satu kebutuhan masyarakat Dekai Kabupaten Yahukimo akhirnya menjadi langka ketikika pada jam 10:00 WIT Di dekai tepat pada tanggal 20 Juli 2010.
Ketika awal setiap tempat jual bensin mulai habis, pasal ada unsur kesengajaan sedang terjadi dan awal kejadian, dianggap sebagai sebuah politik pasar/bisnis, tetapi kemudian ke tempat penjual bensin tenyata pedagang katakan bensin habis.
Bensin Pemukiman dekai Yahukimo sudah habis, baru bagiamana dengan kendaraan roda dua dan roda empat (motor/mobil), hal ini menjadi sulit sebab semua tempat bensin memang habis.
Setelah bensin habis dijalan baru saya juga sadar kalau bensin susah dapat, lalu saya keliling tetapi semakin susah juga, dan saya rasa ini tidak mungkin, kemudian coba cek lagi ternyata satu liter dijual dengan harga Rp 25.000 hingga Rp.30.000,- per liter.
Bagi para pejabat atau pegawai boleh karena ada pendapatan tetapi mereka yang belum PNS, Penganggur, Petani dan Tukang ojek serta mereka yang sama Sekali sudah tidak punya pendapatan bagiamana, hal ini sangat berpengaruh pada pengendara motor dan mobil dan juga tukang ojek.
Hal ini berpengaruh kepada penjualan minyak tanah dan bahan bakarlainya yang sekitar jam sepuluh berpengaruh besar dan semua orang menjadi bingung akibat kesulitan mendapat bahan bakar bensin, minyak tanah dan solar.
Harga sudah tinggi, bagiamana dengan rakyat yang ada di kapung-atau distrik di wilayah Kabupaten Yahukimo, pasti harga barang meningkat tinggi sekali mencapai 50,000 rupiah. Dengan kejadian demikian rakyat Yahukimo tidak dibawah keluar tetapi terjepit karena harga tinggi tidak sesuai dengan pendapatan rakyat kecil.
Dengan kesulitan harga yang sedang terjadi ini membuat, rakyat merasa sudah untuk mengkonsumsi, bila hal ini terhadi, maka hal bukan menolong masyarakat etapi hanyak membunuh masyarakat. Pendapatan yang rendah merasa tidak sanggup untuk menghadapi semua dengan tingkat harga tinggi mereka bisa mengambil keputusan terakhir membunuh diri (gantung diri). (Yalimek)...
Minggu, 25 Juli 2010
Langganan:
Komentar (Atom)